1 Juni Hari Lahir Pancasila: Cerita Dibalik Pidato Soekarno Yang Mengubah Sejarah
![]() |
| Ilustrasi (sumber: gurusejarah.web.id) |
GURUSEJARAH.WEB.ID - Pernah tidak sebagian dari kita masih ada yang bertanya-tanya kok bisa ya setiap tanggal 1 Juni sekarang ini sudah tanggal merah atau ditetapkan sebagai hari libur. Sebenarnya ada apa dengan tanggal 1 Juni tersebut?
Pas lihat di kalender langsung keterangannya hari lahir Pancasila. Tambah bingung kan? Baiklah, yuk kita cari tahu sama-sama di sini bagaimana sejarah singkatnya ada apa dengan tanggal 1 Juni itu.
Sejarah Singkat: Sidang BPUPKI 29 Mei Sampai Dengan 1 Juni 1945
Badan Penyeledik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa Jepangnya disebut Dokuritsu Junbi Cosakai ini merupakan sebuah badan bentukan pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia.
Badan ini dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945 di saat Jepang sudah merasa semakin terdesak dalam Perang Asia Timur Raya. Diresmikan pada tanggal 29 April 1945 yang bertepatan dengan hari ulang tahun kaisar Hirohito.
Tujuan pembentukannya tidak lain hanyalah berusaha untuk menarik simpati serta dukungan rakyat Indonesia dengan janji kemerdekaan yang pernah disampaikan Perdana Menteri Kuniaki Koiso pada 7 September 1944 dalam sidang parlemen Jepang ke-85 di Tokyo.
Tugas pokok dari BPUPKI ialah menyelediki dan mempersiapkan usaha-usaha dalam persiapan kemerdekaan Indonesia. Maka badan ini kemudian membentuk panitia-panitia kerja yang meliputi panitia perumus, panitia perancang UUD 1945, panitia ekonomi-keuangan, dan panitia pembela tanah air.
BPUPKI mulai melakukan upcara pembukaan sidang pertamanya pada tanggal 28 Juni 1945 yang ikut dihadiri oleh Jenderal Itagaki (Panglima Tentara Wilayah ke-7 pusat di Singapura) dan Letjen Nagano (Panglima Tentara ke-16 di Jawa) yang dalam acara tersebut juga ikut dikibarkan bendera Hinomaru dan disusul Merah Putih.
Sidang berlangsung mulai tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dengan agenda membicarakan rumusan dasar negara. Dalam pembukaan sidang Dr. Radjiman Wedyodiningrat selaku ketua meminta padangan kepada anggota mengenai dasar rumusan negara Indonesia.
Menanggapi itu tiga orang anggota BPUPKI yakni Mr. Moh Yamin, Prof. DR. Soepomo, dan Ir. Soekarno, mereka masing-masing mengucapkan pidato penting yang dianggap telah mengusulkan kelima dasar falasafah negara yang dikenal dengan Pancasila.
Tanggal 29 Mei 1945 Mr. Moh Yamin mengajukan usulan terhadap dasar negara yaitu:
- Peri Kebangsaan
- Peri Kemanusiaan
- Peri Ketuhanan
- Peri Kerakyatan
- Kesejahteraan Rakyat
Tanggal 31 Mei 1945 Prof. DR. Soepomo mengajukan usulan terhadap dasar negara yaitu:
- Persatuan
- Kekeluargaan
- Keseimbangan Lahir dan Batin
- Musyawarah
- Keadilan
- Kebangsaan Indonesia
- Internasional atau Prikemanusiaan
- Mufakat atau Demokrasi
- Kesejahteraan Sosial
- Ketuhanan Yang Maha Esa
.png)
Post a Comment for "1 Juni Hari Lahir Pancasila: Cerita Dibalik Pidato Soekarno Yang Mengubah Sejarah"