Jenis Pilihan Indikator Perencanaan Pengelolaan Kinerja Guru di Ruang GTK
![]() |
| Jenis Pilihan Indikator Perencanaan Pengelolaan Kinerja Guru di Ruang GTK |
GURUSEJARAH.WEB.ID - Bulan Januari di tahun 2026 ini sebentar lagi akan berakhir, bagi guru yang belum menyelesaikan proses perencanaan pengelolaan kinerjanya disarankan untuk segera melakukannya sebelum tahapan perencanaan berakhir.
Setiap awal tahun pada bulan Januari sesuai dengan rekomendasi linimasa pengelolaan kinerja, para guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah sudah saatnya melakukan perencanaan kinerja di akun Ruang GTK masing-masing.
Pengelolaan kinerja adalah alat bantu yang memudahkan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah untuk menentukan sasaran kinerja yang lebih kontekstual sesuai kebutuhan satuan pendidikan dan pengembangan karier guna peningkatan kualitas pembelajaran murid.
Sejak tahun 2025 pengelolaan kinerja sudah dibuat lebih sederhana dan lebih bermakna untuk setiap pegawai dan atasan dibanding tahun sebelumnya. Salah satu kemudahannya ialah pengelolaan kinerja hanya dilakukan satu kali dalam setahun, sedangkan pada tahun 2024 sebelumnya dilakukan dua kali dalam setahun.
Sebagai seorang guru berikut terdapat empat komponnen utama jenis perencaan pengelolaan kinerja guru untuk menjadi fokus peningkatan kinerjanya masing-masing melalui aplikasi Ruang GTK yang selanjutnya dapat didiskusikan dengan kepala sekolah untuk disetujui dan dinilai sebagai atasan.
Karena pengelolaan kinerja guru saat ini sudah dilakukan sekali dalam setahun, maka linimasi pengelolaan kinerja yang direkomendasikan dan dapat dilakukan guru yaitu:
- Bulan Januari adalah Perencanaan Kinerja
- Bulan Februari-November adalah Persiapan Praktik Kinerja, Pelaksanaan Observasi Praktik Kinerja, Pelaksanaan Tindak Lanjut Praktik Kinerja,
- Desember adalah Penetapan Predikat Kinerja
1. Pelaksanaan Tugas Pokok
Berikut tugas keseharian dan tugas tambahan sebagai seorang guru di satuan pendidikan, yang tidak memerlukan mengunggah bukti dukung. Akan tetapi cukup memilihnya sesuai dengan jenis tugas tambahan yang diemban.
- Terlaksananya perencanaan pembelajaran /pembimbingan dalam mewujudkan pembelajaran yang bermutu untuk semua
- Terlaksananya pembelajaran/pembimbingan dalam mewujudkan pembelajaran yang bermutu untuk semua
- Terlaksananya penilaian pembelajaran atau evaluasi bimbingan dalam mewujudkan pembelajaran yang bermutu untuk semua
- Terlaksananya pembimbingan dan pelatihan dalam mewujudkan pembelajaran yang bermutu untuk semua
- Membimbing dan melatih kegiatan kokurikuler
- Membimbing dan melatih kegiatan ekstrakurikuler
- Menjadi guru wali (khusus guru Mapel SMP, SMA, dan SMK, atau sederajat)
- Terlaksananya tugas tambahan dalam mendukung pembelajaran yang bermutu untuk semua (Opsional)
- Wakil Kepala Satuan Pendidikan
- Ketua Program Keahlian Satuan Pendidikan
- Kepala Perpustakaan Satuan Pendidikan
- Kepala Laboratorium, Bengkel, atau Unit Produksi/Teaching Factory Satuan Pendidikan
- Pembimbing khusus pada Satuan Pendidikan yang Menyelenggarakan Pendidikan Inklusif atau Pendidikan Terpadu
- Wali Kelas
- Pembina OSIS
- Pembina Ekstrakurikuler
- Koordinator Pengembangan Kompetensi
- Pengurus Bursa Kerja Khusus pada SMK
- Guru Piket
- Pengurus Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama
- Koordinator Pengelolaan Kinerja Guru
- Koordinator Pengelolaan Berbasis Projek
- Koordinator Pembelajaran Pendidikan Inklusia
- Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan / Satuan Tugas Perlindungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
- Pengurus Kepanitiaan Acara di Satuan Pendidikan
- Pengurus Organisasi Bidang Pendidikan
- Tutor pada Pendidikan Kesetaraan
- Instruktur/Narasumber/Fasilitator pada Program Pengembangan Kompetensi Tingkat Nasional di Bidang Pendidikan
- Peserta pada Program Pengembangan Kompetensi yang Terstruktur yang dilakukan pada Lembaga Penyelenggara Pelatihan/KKG/Komunitas Pendidikan/Organisasi Profesi
- Koordinator KKG/MGMP Tingkat Provinsi/Kabupaten/Gugus
- Pengurus Organisasi Kemasyarakatan Nonpolitik
- Pengurus Organisasi Pemerintahan Nonstruktural
2. Praktik Kinerja
Di sini pada tahapan praktik kinerja ini terdapat enam indikator untuk menjadi fokus peningkatan kinerja yang dapat dipilih guru.
- Penerapan Disiplin Positif: Praktik pedagogis berupa penerapan prinsip disiplin positif untuk mengelola perilaku dan kebiasaan kelas yang disepakati bersama agar kualitas lingkungan pembelajaran semakin meningkat. Ini merupakan Dimensi Manajemen Kelas
- Keteraturan Suasana Kelas: Praktik pedagogis berupa pembuatan kesepakatan kelas yang direfleksikan agar lingkungan pembelajaran menjadi teratur dan minimal gangguan sehingga murid dapat melakukan pembelajaran mendalam. Merupakan Dimensi Manajemen Kelas
- Ekspektasi pada Murid: Praktik pedagogis berupa penyampaian ekspektasi positif kepada semua dan setiap murid untuk menumbuhkan motivasi belajar intrinsik dalam melakukan pembelajaran mendalam. Merupakan Dimensi Dukungan Psikologis
- Perhatian dan Kepedulian: Praktik pedagogis berupa pemberian perhatian dan dukungan sesuai dengan kebutuhan belajar setiap murid agar semua murid siap melakukan pembelajaran mendalam. Merupakan Dimensi Dukungan Psikologis
- Umpan Balik Konstruktif: Praktik pedagogis berupa penyampaian kemajuan proses dan capaian murid sehingga murid dapat melakukan perbaikan cara belajar dalam pembelajaran mendalam. Merupakan Dimensi Dukungan Psikologis
- Instruksi Pembelajaran: Praktik pedagogis berupa penjelasan terstruktur yang memandu murid memahami, mengaplikasi dan merefleksikan pembelajaran sebagai implementasi pembelajaran mendalam. Merupakan Dimensi Metode Pembelajaran
- Instruksi yang Adaptif: Praktik pedagogis berupa penyesuaian berkelanjutan terhadap kesiapan dan kebutuhan belajar murid sebagai implementasi pembelajaran mendalam. Merupakan Dimensi Metode Pembelajaran.
- Aktivitas Interaktif: Praktik pedagogis berupa aktivasi murid dalam kegiatan pembelajaran sebagai implementasi pembelajaran mendalam. Merupakan Dimensi Metode Pembelajaran
3. Pengembangan Kompetensi
Pilih 1 indaktor yang menjadi fokus peningkatan kinerja Anda sebagai guru. Diskusi bersama kepala sekolah terkait kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi berdasarkan indikator yang dipilih.
Di tahap Pelaksanaan, guru akan melakukan kegiatan sesuai diskusi dan mengisi refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan. Beberapa indikator kompetensi di ataranya:
1.1. Lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman
1.2. Pembelajaran yang efektif yang berpusat pada murid
1.3. Asesmen, Umpan Balik dan Pelaporan yang berpusat pada murid
2.1. Kematangan Moral, Emosi dan Spiritual untuk berperilaku sesuai dengan kode etik guru
2.2. Pengembangan Diri melalui kebiasaan refleksi
2.3. Orientasi berpusat pada murid
4. Perilaku Kerja
Pada tahapan ini pilih satu indikator perilaku dan satu ekspektasi khusus pimpinan. Untuk ekspektasi khusus pimpinan, pilih yang ingin diusulkan ke kepala sekolah. Berikut beberapa contoh indikator dan ekspektasi khusus pimpinan dari tujuh masing-masing aspek:
- Aspek Berorientasi Pelayanan: Indikator perilaku kerja adalah memahami kebutuhan murid dan berusaha memenuhinya dan ekspektasi khusus pimpinan misalnya memenuhi kebutuhan murid secara responsif.
- Aspek Akuntabel: Indikator perilaku kerja ialah melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi dan ekspektasi khusus pimpinan misalnya bertanggung jawab atas hasil kerja yang dilakukan dan bersedia dievaluasi.
- Aspek Kompeten: Indikator perilaku kerja ialah melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik dan eksepektasi khusus pimpinan misalnya menyelesaikan masalah secara komprehensif dan tuntas
- Aspek Harmonis: Indikator perilaku kerja memberikan pertolongan bagi warga satuan pendidikan yang memerlukan dan ekspektasi khusus pimpinan misalnya menawarkan solusi kepada warga satuan pendidikan dengan responsif.
- Aspek Loyal: Indikator perilaku kerja memegang teguh moral dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan eksepektasi khusus pimpinan misalnya menghindari tindakan, ucapan, dan perbuatan yang menjurus pada perpecahan.
- Aspek Adaptif: Indikator perilaku kerja terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas untuk memajukan satuan pendidikan dan ekspektasi khusus pimpinan misalnya membuat inovasi yang mendukung tujuan satuan pendidikan secara konsisten.
- Aspek Kolaboratif: Indikator perilaku kerja bekerja sama secara terbuka dalam menghasilkan dampak pembelajaran yang merata bagi murid, rekan sejawat, dan masyarakat atau dunia kerja dan ekspektasi khusus pimpinan misalnya bersinergi dengan murid, rekan sejawat, dan masyarakat atau dunia kerja dalam menyelesaikan tugas.
Setelah semua selesai dipilih kemudian menuju ke tahap Rangkuman untuk mengajukan perencanaan kinerja ke kepala sekolah atau atasan untuk dapat konfirmasi serta dilakukan pemeriksaan dan disetujui untuk dilakukan penilaian pada akhir tahun.***
Sumber: guru.kemendikdasmen.go.id
Baca juga:
.png)
Post a Comment for "Jenis Pilihan Indikator Perencanaan Pengelolaan Kinerja Guru di Ruang GTK"